Rabu, 24 September 2008

Aktivitas Quw di Akhir Ramadhan....

Huff.....
Waktu terus berjalan...
Tak terasa ramadhan sudah menginjak minggu ke 3.
Dan... sekitar 1 minggu lebih lagi akan pergi meninggalkan kita.
Huhuhu....
Walaupun sekarang puasanya v dah gak sempurna lagi, tapi suasana Ramadhan rasanya semakin melekat dan nempel dengan diri v.
Sahur, Tarawih, mengaji, kayaknya sudah seperti rutinitas harian yang gak bisa ditinggalin.
Apalagi suasana di akhir-akhir Ramadhan seperti ini, kayaknya berat deh kalau harus meninggalkan bulan Ramadhan ;( hikz...
Umm... tapi kalau difikir-fikir, gak sabar juga sih nunggu datangnya Idul Fitri. :p Xixixi

Aktivitas v akhir-akhir ini, v lebih giat dan lebih memperbanyak waktu ibadah lagi deh soalnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan kan hari-hari emas untuk beribadah, siapa tahu aja bisa dapatin malam LailatuL Qadar yang katanya lebih baik dari malam 1000 bulan , Huff... Amin... Amin... Amin.... n(^_^)n
Selain itu, v juga lebih giat bantu ortu dirumah. Mulai dari bersih-bersih sampai bantu-bantu buat nyiapin berbagai “Properti” buat nyambut Idul Fitri. Hehehe....

Umm...kalau ditanya masalah persiapan Idul Fitri, v sendiri gak punya persiapan khusus tuh. Kalau dulu sih, kayaknya semangatttt banget untuk nyiapin ini itu yang serba baru. Tapi kok, tahun nie beda yah???
Kayaknya dah gak seberapa minat lagi....... Hehehehe

Soalnya v yakin kalau makna Idul fitri itu bukan hanya sekedar puncak perayaan Ramadhan yang harus diisi dengan berbagai kesenangan dan memakai segala sesuatu yang serba baru tetapi lebih pada hari dimana kita mengukur apa yang telah kita dapatkan selama Ramadhan ini dan memakai hati dan jiwa yang baru.

Uff.... Kayaknya sekian dulu deh cuap-cuap tentang aktivitas di akhir Ramadhannya.
Semoga di akhir ramadhan ini kita benar-benar mendapatkan makna Ramadhan sehingga kita bisa menjadi manusia yang “fitri” di hari kemenangan nanti..... Amin.........

Selasa, 09 September 2008

Stop InfoTaimEnt !!!

STOP INFOTAIMENT !!!!!!

Tayangan infotaiment semakin berjaya di Indonesia. Hampir setiap stasiun televisi swasta pasti memiliki tayangan infotaiment masing-masing. Bahkan tayangan infotaiment yang biasanya menyediakan berbagai informasi, gaya hidup, isu, ataupun gosip para selebritis ini ada yang di siarkan 3 kali sehari (seperti minum obat saja ya???) pada satu stasiun televisi. Seakan – akan masyarakat tidak bisa hidup tanpa tayangan infotaiment.

Dari waktu ke waktu tayangan infotaiment terus berjaya dan semakin merajalela di berbagai stasiun televisi dan yang dipertanyakan lagi tenyata cukup banyak masyarakat Indonesia yang menjadi penggemar setia tayangan infotaiment tersebut, sehingga membuat mereka lebih paham mengenai keadaan para selebritis dibandingkan keadaan negaranya.

Tak terkecuali pada bulan Ramadhan seperti saat ini. Tayangan infotaiment tetap disiarkan dan menyaingi acara-acara talk show keagamaan ataupun tayangan berita.

Padahal, diantara larangan berpuasa adalah melakukan perbuatan yang sia-sia, berkata kotor dan berdusta. Lalu, bagaimana dengan tayangan infotaiment yang jelas-jelas mengarah pada perbuatan ghibah bahkan fitnah. Sudah seharusnya tayangan seperti itu di stop selama bulan Ramadhan ataupun di stop selama lama lama lama lama lamanya........

Untuk itu, kita harus paham dulu pengertian fitnah dan ghibah.

Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah bersabda : “ Ghibah adalah jika engkau menyebut sesuatu tentang saudaramu (orang lain) yang tidak disukainya.”

Dalam hadis lain, Rasulullah mengatakan :“Jika yang kamu sebutkan itu ada padanya (benar) itulah yang disebut ghibah dan jika tidak ada (tidak benar) maka engkau telah memfitnahnya.” (Riwayat Muslim)


Dari dua hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa ghibah adalah menceritakan aib atau kejelekan seseorang kepada orang lain yang memang benar-benar kenyataan sedangkan fitnah adalah menceritakan aib atau kejelekan seseorang kepada orang lain yang tidak sesuai kenyataan atau hanya dusta belaka.

Didalam Islam, baik ghibah maupun fitnah merupakan dosa besar.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujuraat ayat 12 yang artinya :

“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”

Perbuatan ghibah diibaratkan memakan mayat (bangkai) saudara sendiri bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan bahwa ghibah lebih besar bahayanya daripada berzina, sebab orang yang melakukan perbuatan ghibah tidak akan diampuni Allah hingga orang yang di ghibahnya (korban) memaafkannya. Selain itu Rasulullah juga mengatakan bahwa barang siapa yang mengorek atau membongkar aib saudaranya maka Allah akan membongkar aibnya sendiri.

Orang yang memiliki hobbinya berghibah ataupun mendengarkan ghibah dipanggil oleh Rasulullah sebagai munafiq.

Jika di hari-hari biasa saja perbuatan ghibah merupakan perbuatan yang tercela dan dosa besar apalagi jika dilakukan dibulan Ramadhan.

Kaum muslimin berpuasa bukan sekedar menahan lapar, haus, dan seks di siang hari tetapi makna sebenarnya adalah menahan diri dari hawa nafsu dan dari segala perbuatan sia-sia dan dosa mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.

Jadi sudah seharusnya kita sebagai umat Islam anti terhadap tayangan infotaiment, jangan sampai tayangan infotaiment akan merusak suasana Ramadhan kita. Sebab jika dilihat dari segi keagamaan tayangan itu tidak ada manfaatnya bahkan hanya membodohi dan menyesatkan masyarakat.

Untuk itu, marilah kita sebagai umat Islam yang sadar akan hal tersebut meneriakan “STOP INFOTAIMENT !!!!”

Setidaknya apabila tayangan tersebut tidak dapat di stop. Maka kita saja yang stop untuk menontonnya. Oke......!!!!!! ^-^ (all_v)

P u A S a......
Rukun Islam yang lima... 
Syahadat, 
Shalat, 
Puasa.... 
Zakat untuk si papa... 
Haji bagi yang mampu..... 

Itulah sepenggal lagu tentang rukun Islam yang biasanya di nyanyikan oleh murid taman kanak-kanak. 

Lagu itu bukan sekedar lagu anak-anak biasa, lagu itu mengandung 5 poin penting dari ajaran agama Islam. Jika kita mengaku sebagai umat Islam maka kita harus atau wajib menjalankan 5 poin penting itu yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Kelima poin ini saling berkesinambungan satu sama lain. 

Poin pertama adalah syahadat, kita resmi sebagai seorang umat Islam apabila kita telah mengucapkan syahadat. Hal tersebut pasti telah kita lakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. 
Poin kedua adalah shalat. Sebagai seorang umat Islam kita pasti mengetahui perihal shalat, sebab shalat adalah kewajiban yang dilaksanakan seorang muslim sebanyak 5 waktu sehari. 
2 point ini sangat melekat dengan presepsi kita tentang Islam. 
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kedua poin ini sudah kita pahami sebab selalu kita temui dan kita kerjakan setiap hari. 

Lalu bagaimana dengan poin ke 3, 4 dan 5. 
Poin ketiga adalah puasa. Cukup banyak muslim yang masih ogah untuk menjalankan puasa karena mereka beranggapan bahwa puasa itu hanya akan menyiksa diri, karena pada saat puasa kita tidak boleh makan ataupun minum. 
Lalu bagaimana kita akan menjalankan poin ke 4 dan ke 5 apabila kita masih enggan untuk mengerjakan poin ke 3. Padahal telah dikatakan bahwa kelima poin ini saling berkesinambungan. 


Orang-orang yang tidak mau menjalankan puasa dan beranggapan bahwa puasa hanya akan menyiksa dirinya merupakan orang-orang yang sebenarnya tidak tahu apa yang dimaksud dengan puasa dan apa makna serta manfaat yang terkandung didalam puasa. 

Untuk itu, marilah kita bahas tentang pengertian, makna serta manfaat puasa yang merupakan poin ketiga dari rukun Islam tersebut, terutama puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan. 

Puasa menurut bahasa adalah menahan sesuatu. Sedangkan puasa menurut syariat Islam adalah menahan diri dari sesuatu yang membatalkan selama satu hari penuh mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. 

Puasa ada 2 macam yaitu puasa sunah dan puasa wajib. Puasa sunah contohnya puasa Senin-Kamis, Puasa Arafah dan Puasa Syawal. Sedangkan puasa wajib alah satu contohnya adalah puasa Ramadhan yaitu puasa yang kita kerjakan pada bulan ramadhan, seperti yang kita kerjakan pada saat ini. 

Puasa merupakan perintah Allah yang diberikan melalui firmannya yang terdapat di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya : 
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 


Puasa Ramadhan memiliki berbagai manfaat, baik secara spiritual, sosial maupun secara psikologis . 

Manfaat puasa Ramadhan secara spiritual, antara lain : 

Puasa Ramadhan = jalan menuju takwa. 
Puasa Ramadhan merupakan jalan menuju takwa sebab dalam perintah puasa di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, Allah menyerukan berpuasa kepada orang-orang yang beriman agar lebih bertakwa kepada Allah. Jadi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa orang-orang yang mau menjalankan puasa adalah orang-orang beriman yang menjadikan Ramadhan sebagai jalan menuju ketakwaan. 



Pahala Puasa dibulan Ramadhan akan dilipat gandakan. 

Kalau setiap hari ada waktu istimewa di sisi Tuhan yaitu di 2/3 malam, setiap minggu ada hari istimewa yaitu hari jum'at dan setiap tahun ada bulan istimewa yaitu bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah. Puasa di Bulan Ramadhan akan di balas dengan istimewa disisi Allah dengan berlipat ganda. Begitu pula dengan berbagai amalan-amalan dan ibadah lainnya. 


Selain dari segi spiritual, puasa juga memiliki manfaat dari segi sosial dan psikologis. Entah yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Antara lain : 

Puasa Ramadhan menumbuhkan sifat amanah 
Puasa dapat mengajarkan rasa amanat di hadapan Allah, baik dengan amalan yang tampak maupun amalan yang tersembunyi. Maka tidak ada yang mengawasi seseorang yang berpuasa agar menghindari hal-hal yang dilarang dalam berpuasa kecuali Allah SWT. 

Puasa Ramadhan melatih kedisiplinan 
Puasa juga dapat melatih kedisiplinan karena seseorang yang berpuasa harus minum dan makan dalam waktu yang terbatas. Bahkan, dalam berbuka pun harus disegerakan. 

Puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas. 
Puasa Ramadhan dapat menumbuhkan rasa solidaritas terutama untuk sesama muslim. Pada bulan Ramadhan semua umat islam dari berbagai belahan bumi diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. 
Orang yang berpuasa dapat ikut merasakan kesengsaraan saudara – saudaranya yang kekurangan dan tertimpa bencana sehingga tumbuh perasaan kasih sayang terhadap sesamanya. 

Puasa Ramadhan melatih kesabaran. 
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana pada siang hari kita diperintahkan untuk meninggalkan makanan baik yang halal apalagi yang haram. Begitu pula saat seseorang menggangu kita , kirta harus bisa menahan amarah.. 
Intinya kita harus menjaga hawa nafsu kita. Hal tersebut menunjukan bahwa puasa dapat melatih kesabaran kita. 

Puasa Ramadhan menyehatkan. 
Rasulullah bersabda “ Berpuasalah kamu maka kamu akan sehat.” ( hadis riwayat ibnu suni). 
Puasa memang menyehatkan, karena pada saat berpuasa kita mengistirahatkan sistem pencernaan kita untuk mencerna makanan yang selama 11 bulan selalu kita gunakan setiap hari. 


Jadi, dapat kita simpulkan bahwa makna dari puasa Ramadhan bukan sekedar kewajiban umat muslim ataupun rutinitas tahunan dengan menahan lapar dan berbuka, dan setelah itu tidak berbekas pada segi psikologis, spiritual pada diri kita, dan juga tidak berpengaruh pada rasa kesadaran sosial kemasyarakatan, tapi puasa adalah kewajiban umat muslim yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menggugah kesadaran diri, meningkatkan rasa kemanusiaan, ketiggian bertauhid, meningkatkan moral,akhlak, dan juga kepedulian terhadap sesama manusia. (all_v)




MARHABAN YA RAMADHAN

Semoga ridho Allah SWT selalu menyertai setiap langkah kita untuk mensucikan diri Lahir dan Batin di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA.


Sumber Kajian :
- Mutiara Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam kelas VIII
- Suara Hidayatullah sya’ban 1428


Keajaiban Ramadhan

Keajaiban – Keajaiban Bulan Ramadhan

Ramadhan bulan ampunan
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Rasulullah SAW bersabda “Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan didasari keimanan dan pengharapan ridho kepada Allah, diampunkan untuknya dosa yang telah lalu.”( Riwayat B
ukhari)

Di bulan Ramadhan para malaikat memohon ampunan untuk umat.
 Rasulullah SAW bersabda “...Adapun yang ketiga, sesungguhnya para malaikat meminta ampunan untuk mereka siang dan malam...” (Riwayat Baihaqi)


Dimalam terakhir Ramadhan Allah mengampuni umat .
 Rasulullah SAW bersabda : “....Adapun yang kelima, sesungguhnya jika tiba malam terakhir Ramadhan Allah memberi ampun kepada mereka semua. Lalu bertanyalah seorang lelaki dari suatu kaum : “Apakah itu lailatul Qadar?. Ia bersabda :”Bukan, apakah engkau tidak mengetahui perihal orang-orang yang bekerja, jika mereka telah selesai melakukan pekerjaan maka imbalannya akan dipenuhi.”(Riwayat Baihaqi)

Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu.
 Rasulullah SAW bersabda : “Jika Ramadhan tiba dibukalah pintu surga dan ditutuplah pintu neraka serta setan-setan di belenggu.” (Riwayat Bukhari) 
Dalam Syarah Shahih Muslim, Qadhi Iyadh menjelaskan bahwa hadis diatas bisa bermakana hakiki, yaitu pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, serta setan dibelenggu sebagai datangnya bulan Ramadhan sekaligus permuliaan kepadanya. Tapi bisa juga bermakna majas yang mengisyaratkan besarnya pahala dan ampunan di bulan itu sehingga setan seperti terbelenggu.

Pahala amalan bulan Ramadhan berlipat ganda.
 Dari Salman Ra, Rasulullah SAW berkhutbah di hari terakhir bulan Sya’ban : “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung yang penuh berkah.... barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan berbuat kebajikan selainnya, dan barang siapa mengerjakan kewajiban didalamnya , maka ia seperti mengerjakan 70 kewajiban selainnya....”
(Riwayat Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)



Siapa dilihat Allah, Maka ia terbebas dari azab-Nya
 Dari Jabir bin Abdullah Ra Rasulullah SAW bersabda : “ Pada bulan Ramadhan umatku dianugrahi 5 perkara yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi sebelumku. Yang pertama, sesungguhnya jika Allah melihat mereka diawal malam dari bulan Ramadhan dan barang siapa yang telah dilihat Allah maka Ia tidak akan mengazabnya selamanya....” (Riwayat Baihaqi)


Seluruh hari dalam Ramadhan memiliki keutamaan
 Rasulullah bersabda : “.... Dia adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampuna, serta paripurnanya adalah pembebasan dari neraka....” (Riwayat Ibnu Huzaimah dalam shahihnya)


Doa mustajab di Bulan Ramadhan
 Diriwayatkan dari Abu Umamah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “... Dan untuk setiap muslim disetiap hari dan petang (dalam bulan Ramadhan) doa yang mustajab. (Riwayat Bazar)
Rasulullah juga bersabda : “ Tiga yang tidak tertolak doanya yaitu orang yang berpuasa hingga berbuka, imam adil, dan doa orang yang terdhalimi.” (Riwayat Tarmidzi).


Pahala I’tikaf di bulan Ramadhan sama dengan pahala 2 haji dan umrah.
 Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Husain Ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa menjalankan i’tikaf selam 10 hari di Bulan Ramadhan maka amalam itu seperti 2 haji dan umrah. (Riwayat Baihaqi).


Dalam Ramadhan terdapat malam yang istimewa (Lailaitul Qadar)
 Allah SWT berfirman : “Lailatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan”. (Al-Qadr:3)
Tentang ayat ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa menghidupkan Ramadhan dan melakukan amalan di dalamnya lebih baik daripada menjalankan amalan dalam seribu bulan tanpa Ramadhan.
(Sumber : Suara Hidayatullah sya’ban 1428)



Aktivitas Quw....

AktivitasQ....

Akhirnya...

Tepat satu minggu lebih satu hari, saya berada di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Alhamdulillah belum ada satu hari pun yang saya lewati tanpa menjalankan ibadah puasa.

Aktivitas saya di bulan Ramadhan benar-benar berbeda jika dibandingkan hari-hari normal pada bulan-bulan sebelumnya. Bedanya mungkin karena di bulan Ramadhan ini saya terbebas dari jam belajar di sekolah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan di rumah.

Hmmm..... Bedanya lagi di bulan Ramadhan ini, pada siang hari saya harus meninggalkan hobby ngemil yang telah saya geluti beberapa tahun terakhir ini karena harus menjalankan ibadah puasa. ^-^

Serta saya harus melaksanakan shalat Tarawih selepas shalat Isya dan harus bangun malam-malam untuk makan sahur.
kan kalau di hari-hari biasa saya tak perlu melaksanakan shalat Tarawih setelah shalat Isya dan tak perlu ribet-ribet bangun di tengah malam untuk makan.

Selain itu, pada saat berpuasa di siang harinya, saya harus menghentikan ocehan-ocehan yang tidak bermanfaat dan menahan amarah agar puasa saya tidak batal.

Umm... Tapi itu semua tak jadi masalah.... Justru disitulah terasa nikmatnya berpuasa di bulan Ramadhan.... ^-^

O... yah...

Di awal memasuki bulan Ramadhan, tepatnya pada puasa hari kedua, ketiga dan keempat. Saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah saya tepatnya di SMA Negeri 1 Tarakan. Dihari pertama dan kedua pesantren dilaksanakan mulai pukul 07.30 sampai setelah selesai shalat dzuhur sekitar pukul 13.30 dan pada hari ketiga, kegiatan pesantren kilat mulai pukul 14.00 dan selesai setelah shalat magrib. Dalam kegiatan itu saya dan teman-teman diberikan berbagai materi tentang pendidikan agama Islam khususnya untuk para remaja. Materi-materi tersebut disampaikan krpada saya dan teman-teman oleh kakak-kakak dari perkumpulan yang bernama “Bengkel Remaja”. Awalnya kegiatan itu cukup membosankan dan membuat saya tambah laperrrr.... Tetapi di hari berikutnya kegiatan pesantren kilat itu dan materi –materi yang diberikan semakin menarik dan menyenangkan buat saya apalagi di hari terakhir diadakan acara buka puasa bersama. Di hari terakhir itu saya berbuka puasa dan melaksanakan shalat Magrib bersama teman-teman dan guru-guru. Ummm... pokoknya benar-benar terasa kebersamaannya.

Di hari-hari berikutnya hingga hari ini, saya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah untuk memperbanyak ibadah serta mengerjakan berbagai tugas-tugas sekolah yang diberikan untuk mengisi waktu libur di bulan Ramadhan ini. Yah.... Cukup membosankan sih.....

Makanya, setiap rasa bosan datang menghampiri. Saya selalu menepisnya dengan membaca komik, menonton televisi, ataupun browsing di internet ...... ^0^.... (all_v)



SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

Semoga berkah dan anugrah Ramadhan membuat kita menjadi hamba Allah yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Amin.......

Jumat, 05 September 2008

Kuis di TV = Haram ????

KUIS di TV = HARAM

Selama bulan Ramadhan ini, banyak sekali acara-acara baru yang di tayangkan oleh stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia. Mulai dari sinetron Religi hingga berbagai acara lawak atau komedi yang disiarkan live untuk menunggu waktu berbuka puasa dan menemani waktu sahur. Untuk menarik pemirsa setia televisi agar menonton acara tersebut banyak sekali cara-cara yang mereka lakukan. Mulai dari menggunakan jasa artis-artis yang lagi naik daun untuk berpartisipasi dalam acara tersebut hingga memberikan berbagai kuis kepada pemirsa dengan berbagai hadiah menarik. Untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik itu pemirsa televisi tak perlu repot-repot datang ke studio acara tersebut, pemirsa televisi hanya perlu duduk di depan televisi dan memencet tombol handphone. Pemirsa televisi hanya perlu menelpon ataupun mengirimkan sms sebanyak-banyaknya ke operator kuis itu.

Hal tersebut sungguh sangat menyenangkan. Karena apabila beruntung, si pemirsa yang telah mengirim banyak sms tadi akan mendapatkan hadiah menarik yang telah dijanjikan.
Namun, tanpa kita sadari bahwa kuis semacam itu mengandung unsur judi yang diharamkan dalam Islam. Sebagaimana yang dikemukakan oleh beberapa perkumpulan ataupun ormas Islam.
Kuis di Televisi dinilai haram sebab secara langsung maupun tidak langsung si pemirsa yang mengikuti kuis tersebut berkewajiban membayar biaya tertentu kepada penyelenggara kuis tersebut melalui pulsa telepon ataupun sms.
Sehingga si penyelenggara akan menerima sejumlah uang dari si pemirsa yang mengikuti kuis tersebut.
Setelah itu, hadiah yang dijanjikan tadi akan diambil dari sebagian uang yang terkumpul dari pulsa telepon atau sms yang telah diberikan para pemirsa yang mengikuti kuis tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kuis-kuis yang beredar di televisi hukumnya haram meski menyenangkan dan dibungkus dengan nama apapun. (all_v)